Relawan Online PDIP

May 25, 2009

Deklarasi Mega-Prabowo Merahkan Bukit Sampah

Filed under: Uncategorized



 
[RAKA DENNY/JAWA POS]
SAMBUT SIMPATISAN: Megawati (kiri) dan Prabowo saat deklarasi capres-cawapres di Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang, Bekasi, kemarin.

Deklarasi Mega-Prabowo Merahkan Bukit Sampah

May 14, 2009

PDIP dan Gerindra Hitung Plus Minus Duet Megawati-Prabowo

Filed under: Uncategorized
[ Kamis, 14 Mei 2009 ]
PDIP dan Gerindra Hitung Plus Minus Duet Megawati-Prabowo
Tadi Malam Kedua Pihak Bertemu, Besok Pastikan Klir

JAKARTA - Setelah sempat berkembang opsi berkoalisi dengan Demokrat, PDIP kembali fokus dengan agenda awal, menggandeng Partai Gerindra. Petinggi kedua partai kembali membuka dialog untuk menduetkan Megawati dan Prabowo Subianto.

Tadi malam wakil dari masing-masing parpol bertemu di Hotel Intercontinental, Jalan Sudirman. Kali ini sangat serius. Koalisi PDIP-Gerindra tenggelam ketika sejumlah elite PDIP dan Demokrat berkomunikasi intensif. Apalagi, Taufiq Kiemas sempat menyebut Prabowo bagian masa lalu.

Dalam pertemuan tadi malam, Kiemas tak hadir karena dirawat di RS MMC akibat kelelahan. Wakil PDIP tampak Sekjen DPP Pramono Anung, Ketua Badan Pemenangan Pilpres (BP-Pilpres) Theo Syafei, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Legislatif (BP-Pemilu) PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua DPP Bidang Pemberdayaan Perempuan Puan Maharani, dan anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Sabam Sirait.

Dari kubu Gerindra dihadiri para wakil ketua umum. Di antaranya, Fadli Zon, Halida Hatta, dan Muchdi P.R. Hadir juga anggota Dewan Pembina Gerindra yang juga adik Prabowo Subianto, Hasyim Djojohadikusumo.

Setelah pertemuan, saat dicegat wartawan, Pramono Anung mengatakan bahwa PDIP dan Gerindra terus berupaya menyamakan persepsi dalam menghadapi pilpres. Pada dasarnya, PDIP dan Gerindra mempunyai kesamaan. ‘’Ini memang masih menjadi embrio. Bagaimana kelanjutannya, besok (Kamis ini, Red) adalah hari finalnya,'’ kata Pram -begitu dia akrab disapa. Dia menegaskan, paling lama 15 Mei PDIP dan Gerindra sudah dalam posisi klir.

Menurut Pram, ketika terjadi kesepakatan di antara kedua partai, itu harus menyeluruh. Tidak sebatas persoalan gerbong politik yang menjadi modal pencapresan. ‘’Tapi, bagaimana jaminan ke depan kalau kami diberikan kemenangan, mulai soal pemerintahan yang kuat hingga melakukan berbagai hal untuk masyarakat,'’ tegasnya.

Sabam Sirait menyampaikan, masing-masing tim teknis tersebut bertemu untuk membahas banyak hal. Salah satu di antaranya, bagaimana memenangi pemilu (presiden, Red). ‘’Kami nggak mau kalah kok. Caranya adalah bersatu. Menghimpun kekuatan bersama,'’ katanya.

Dia menyebutkan, masing-masing perwakilan kedua partai akan kembali bertemu Kamis hari ini. ‘’Setelah tim kecilnya ketemu lagi, baru ketua umumnya (Megawati dan Prabowo, Red) diundang,'’ tandasnya.

Tjahjo Kumolo mengatakan, PDIP dan Gerindra terus menghitung plus minus duet Megawati-Prabowo. ‘’Ini bukan masalah lebih cepat lebih baik. Politik itu harus sabar memutuskan seorang capres atau cawapres,'’ ujar Tjahjo yang juga ketua Fraksi PDIP di DPR.

Menurut dia, platform Mega dan Prabowo sudah sama. ‘’Tinggal mematangkan ya atau tidak, bisa atau tidak karena waktunya paling lambat besok sore (hari ini, Red),'’ tuturnya.

Tjahjo juga menyenggol kemungkinan koalisi PDIP dengan Demokrat. Dia menyatakan, komunikasi politik terus berjalan. Tapi, belum ada keputusan untuk deal. ‘’Untuk berkoalisi saya kira tidak,'’ katanya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Muchdi P.R. menambahkan, kesepakatan dengan PDIP sangat strategis untuk masa depan bangsa. Hingga kini, ungkap dia, sudah ada komitment yang sama dalam menyikapi berbagai masalah kebangsaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Apakah Prabowo sudah menunjukkan tanda-tanda bersedia menjadi cawapres Megawati? ‘’Kami belum sampai pada masalah itu. Kami baru menyamakan persepsi. Kan masih ada beberapa hari. Masih cukup waktulah,'’ jawabnya, lantas tertawa. (pri/tof)

Bambang Suhartono, Caleg Peraih Suara Terbanyak Se-Jawa Timur

Filed under: Uncategorized
[ Minggu, 03 Mei 2009 ]
Bambang Suhartono, Caleg Peraih Suara Terbanyak Se-Jawa Timur
PDI Perjuangan Jatim boleh berbangga. Salah seorang pengurusnya, Bambang Suhartono, menjadi caleg terpilih DPRD Jatim yang mengantongi suara terbanyak se-Jawa Timur. Dia meraih 122.962 suara, mengungguli lebih dari 11 ribu caleg lain tingkat kota, kabupaten, dan provinsi se-Jatim. Bagaimana Bambang bisa mendapat suara sebanyak itu?

———-

Jurus apa yang Anda pakai?

Begini, saya memang bertekad meraih suara terbanyak. Sebab, pada Pemilu 2004, saya juga menjadi caleg yang meraih suara terbanyak untuk internal PDIP. Suara saya waktu itu sekitar 79 ribu. Nah, semangat saya semakin terpacu ketika Mahkamah Konstitusi menetapkan mekanisme suara terbanyak.

Meski begitu, saya sebenarnya kurang setuju pada sistem suara terbanyak karena kader yang bertahun-tahun bekerja untuk partai mendapat perlakuan yang sama dengan orang yang belum pernah berkeringat demi partai.

Tapi, saya tetap bersemangat karena inilah saatnya menunjukkan kinerja kita kepada rakyat. Dari situ, saya mulai intens melakukan sosialisasi di dapil VI (Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri).

Lho, bukankah Anda tinggal di Gresik? Mengapa menjadi caleg dari dapil VI?

Saya memang tinggal di Gresik. Tapi, sejak Pemilu 2004, saya ditugaskan oleh partai untuk membantu membesarkan PDIP di dapil VI bersama teman-teman kader di sana. Sebagai kader partai, kita memang harus siap ditugaskan di mana saja.

Lantas, bagaimana Anda menjalin komunikasi dengan masyarakat di dapil VI yang notabene bukan ‘’wilayah'’ keseharian Anda?

Kali pertama mendapat tugas di dapil VI, memang terasa berat. Tapi, saya selalu menyempatkan diri turun ke bawah. Saya menemui warga di sana untuk menjaring aspirasi mereka. Sebagai anggota DPRD Jatim, kami memiliki program jaring asmara (penjaringan aspirasi masyarakat).

Nah, program itu benar-benar saya laksanakan untuk menyalurkan aspirasi warga dapil VI. Setiap masa reses, saya juga selalu turun ke dapil VI untuk menyapa masyarakat. Saking seringnya turun ke bawah, saya jadi hafal karakteristik dan geografis masyarakat di dapil VI.

Banyak yang bilang, Anda diuntungkan karena menjadi caleg di daerah yang sama dengan Pemilu 2004. Bagaimana pendapat Anda?

Pendapat tersebut tidak salah. Tapi, sebenarnya bukan itu kunci keberhasilan saya. Silakan Anda cek, berapa banyak incumbent seperti saya yang terpilih lagi? (menurut data Jawa Pos, di antara 100 anggota DPRD Jatim, hanya sekitar 20 orang yang terpilih lagi, Red).

Seorang incumbent justru mempunyai potensi kegagalan lebih besar jika dia tidak pernah turun ke bawah. Beban seorang incumbent justru sangat berat karena harus bisa menunjukkan kinerja yang lebih dari calon non-incumbent.

Menurut saya, kuncinya bukan pada incumbent atau tidak, tapi seberapa sering dia turun ke bawah untuk melaksanakan amanat rakyat. Jika ingin dekat dan dikenal rakyat, kuncinya jangan pernah membohongi mereka. Kita harus bisa memosisikan sebagai penyambung lidah rakyat. Kalau itu bisa kita laksanakan, insya Allah masyarakat akan mendukung dan membantu kita.

Ada pandangan miring bahwa caleg yang ingin terpilih harus bermodal besar. Benarkah demikian?

Perjuangan politik memang membutuhkan biaya. Itu wajar. Tapi, saya tegaskan bahwa uang bukan segalanya. Banyak caleg yang telah menghabiskan dana miliaran, tapi mendapatkan suara kecil, bahkan gagal terpilih.

Mengapa bisa begitu? Mungkin dia berpikir bisa membeli suara rakyat. Padahal, rakyat sekarang sudah pintar. Kalau ada caleg yang menawarkan uang, mungkin semua diterima. Tapi, soal pilihan, kembali ke hati nurani. Soal itu yang tidak bisa dibeli.

Saya mendengar kabar, Anda habis Rp 1 miliar untuk biaya kampanye. Benarkah?

Saya merasa tidak pantas menghitung-hitung biaya yang dikeluarkan selama kampanye. Yang jelas, saya memang mengeluarkan uang untuk pengadaan atribut kampanye seperti banner, spanduk, kaus, korek api, dan logistik lain. Itu ongkos politik yang wajar dalam setiap perjuangan partai.

Tapi, penyebaran atribut saya memang tidak merata karena wilayah dapil VI sangat luas. Namun, saya menganggap bahwa atribut kampanye hanya simbol yang tidak menjamin seorang caleg bakal terpilih. Untuk daerah yang minim atribut, pasti saya garap dengan serius. Hampir setiap hari saya datang blusukan ke daerah-daerah itu untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi warga.

Anda mendapat perolehan suara terbesar di Kabupaten Blitar, yakni lebih dari 50 ribu. Apakah Blitar memang Anda garap lebih dibanding Tulungagung dan Kediri?

Saya memperlakukan dapil VI sama semua. Saya tidak tahu mengapa suara saya di Blitar bisa sebesar itu. Mungkin itu semua berkat bantuan masyarakat di sana. Alhamdulillah, saya juga mendapat bantuan dari caleg tingkat dua dan pusat, terutama Mas Pram (Sekjen DPP PDIP Pramono Anung).

Siapa saja tim sukses Anda?

Jujur, saya tidak punya tim sukses yang secara khusus bertugas membantu saya. Tim saya adalah kader-kader PDIP di dapil VI dan masyarakat yang membantu saya dengan ikhlas. Karena itu, saya sangat berterima kasih. Semua ini bukan hanya karena saya semata, tapi karena dukungan masyarakat di Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Bagaimana pendapat Anda tentang Pemilu 2009? Apakah berjalan sesuai koridor?

Silakan kutip kata-kata saya ini. Pemilu 2009 berjalan amburadul. Banyak ketidakberesan di sana-sini. Mulai soal DPT (daftar pemilih tetap) yang simpang-siur, banyak pemilih yang tidak mendapat hak pilih, surat suara tertukar, hingga penghitungan suara yang rawan kecurangan.

Karena itu, di beberapa daerah yang proses penghitungannya saya anggap rawan, pasti saya kawal 24 jam bersama teman-teman PDIP. Kami ingin mengawal agar pelaksanaan pemilu berjalan sesuai ketentuan. (oni/ari)

—–

Tentang Bambang Suhartono

Nama : H Ir Bambang Suhartono MAP

Tgl lahir: 29 Mei 1964

Alamat : Dr Wahidin Sudirohusodo 328 Gresik

Pengalaman Organisasi

Pembantu Komisaris Desa PDI Sukorame Gresik 1982-1996

Ketua DPC PDIP Gresik 1996-2001

Wakil Ketua DPD PDIP Jatim 2001-2005

Bendahara DPD PDIP Jatim 2005-sekarang.

Pengalaman Kerja

1987-1989 Supervisor Konsultan perencana dan pengawas

1989-1999 Direktur Kontraktor dan Konsultan

1999-2004 Ketua DPRD Gresik

2004-2009 Ketua Komisi D DPRD Jatim

Perolehan Suara

DaerahSuara

Kab Kediri38.129

Kota Kediri4.222

Kab Blitar50.192

Kota Blitar3.923

Tulungagung26.496

Total 122.962

May 11, 2009

Puan Maharani: Keluarga BK merugikan PDIP

Filed under: Uncategorized

Menurut Putri dari Taufik Keimas yakni PUAN MAHARANI TAUFIK KEIMAS:
Keluarga Bung Karno (BK) yang lain seperti Puti Guntur Soekarno (anak dari Guntur Soekarno Putra), Guruh Soekarno Putra dll selama ini hanya menumpang dan mengambil manfaat dari PDIP yang dipimpin oleh Megawati dan hanya merugikan PDIP.

Seperti dikatakan oleh Puan Maharani: Puti Guntur Soekarno dan Guruh Soekarno Putra itu hanya numpang hidup di PDIP dengan menjadi anggota DPR RI, yang notabene adalah kerja keras dari keluarga Taufik Keimas dan Megawati
Juga Para Soekarnois yang ortodoks dikatakan banyak merugikan, karena membuat PDIP menjadi banyak kehilangan pendukung dan pemilih.
Bahkan mereka (keluarga BK yang lain serta para Soekarnois yang ortodoks itu)selama ini hanya menjadi beban dan banyak merugikan serta banyak membawa celaka bagi PDIP.
Hal ini juga bisa dilihat pada Rachmawati yang menjadi pendukung SBY, dengan menjadi penasehat Presiden SBY.

Maka disebutlah keluarga BK yang lain maupun mereka yang dicap oleh Puan dan Taufik Keimas itu sebagai orang2 yang tidak tahu diri, dimana sudah menumpang hidup dan merugikan PDIP, tapi malah memberi masukan dan saran yang tidak mendukung kepentingan Taufik Keimas dan Puan Maharani Taufik Keimas Putri

Kemarahan Puan Maharani Taufik Keimas Putri ini disampaikan kepada Megawati.
Puan Maharani dan Taufik Keimas kuatir bahwa Megawati akan menuruti banyak saran dari orang2 yang dianggap oleh Puan dan Taufik Keimas sebagai soekarnois ortodoks ataupun saran dari keluarga BK yang lain, agar tidak mencalonkan diri sebagai Presiden dengan alasan perolehan suara PDIP tidak mencukupi untuk mencalonkan sendiri, karena harus berkoalisi baru bisa mencalonkan calon presiden dan wakil presiden
(Catatan: perolehan suara PDIP 14,70%, sedangkan syarat dapat mencalonkan presiden dan wapres adalah mendapat 20% kursi atau 25% suara sah dalam pemilu)

Hal ini terjadi karena banyak keluarga BK maupun kelompok yang dianggap soekarnois oleh Puan, memberi masukan kepada Megawati agar tidak mencalonkan diri sebagai presiden, dengan pertimbangan suara PDIP dalam pemilu 2009 tidak signifikan dan disarankan agar Megawati mencalonkan orang lain saja sebagai Presiden dan wapres. sedangkan PDIP dapat berperan sebagai stabilisator dalam politik nasional,

berperan sebagai stabilisator artinya: jika pemerintahan hasil pemilu presiden dan wapres berjalan baik maka PDIP akan mendukung, jika pemerintahan berjalan tidak baik, maka PDIP akan mengkritisinya. Dalam bahasa politik langkah ini disebut sebagai oposisi yang kritis dan dinamis.

Langkah ini disampaikan oleh banyak orang kepada Megawati, agar belajar dari pengalaman dan untuk kebaikan Megawati dan PDIP.

Tapi saran ini berseberangan dengan ambisi Puan Maharani dan Taufik Keimas, yang terus mendorong agar megawati tetap maju sebagai presiden. atau sekalian saja bergabung dengan partai demokrat dengan harapan:
1, jika maju sebagai presiden, sudah akan jelas kalah bersaing dengan popularitas presiden SBY, tapi sudah mendapat kompensasi, baik uang maupun lisensi perdagangan dalam komoditas tertentu dari presiden SBY (karena banyak pihak kuatir jika PDIP tidak mencalonkan megawati sebagai presiden, maka pertarungan pemilihan presiden tampak sekali sebagai pemilihan presiden yang direkayasa, yakni calon yang lain hanyalah merupakan calon yang jelas akan kalah)
2.jika bergabung dengan presiden SBY, maka Puan dan Taufik Keimas akan bisa mendapat jatah beberapa menteri dari presiden SBY






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan